Pada masa orde baru seniman tradisi khusunya Reog Ponorogo telah mengalami masa – masa suram karena imbas pada masa orde lama, bahwa pada saat itu seni tradisi reog ponorogo menjadi alat propaganda dari salah satu partai politik bisa dikata berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia lalu membentuk lembaga yang bernama BRN (Barisan Reyog Nasional) secara kelembagaan BRN menjadi Underboad PKI pada saat itu.
Setelah perjalanan waktu yang cukup panjang orde lama tumbang dan digantikan oleh orde baru berkuasa, pada masa itulah seniman tradisi mengalami masa – masa suram selama 36 tahun, PKI beserta underboadnya dinyatakan sebagai partai terlarang, sehingga seniman tradisi reyog tidak boleh tampil dalam berbagai bentuk acara di ruang publik.Oleh karna itu kita sebagai seniman tradisi yang memiliki akar yang kuat dalam menjaga kebinekaan dan menjunjung tinggi falsafa NKRI harus memiliki komitmen yang kuat terhadap keberagaman dan merawat seni budaya sebagai jati diri bangsa Indonesia.
Seniman boleh tampil kemana – mana tanpa harus melihat warna baju apapun yang mengunakan jasa kita, namun soal pilihan kita serahkan pada pilihan hati nurani masing – masing.
Dalam kegiatan KONSER SAPULIDI yang dilaksanakan pada hari Minggu Tanggal. 21 Agustus 2022 dan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Bapak. Djoko Widodo kami berpartisipasi dengan menggerakan 70 seniman jepaplok dari Surabaya.Semoga Pemimpin bangsa ini memiliki kepekaan dan langka – langka startegis melalui Perlindungan, Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan terhadap budaya bangsa sesuai dengan amanah UU No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Harapan dari kami seniman tradisi semoga karya yang kita sajikan tidak hanya menjadi sebuah “TONTONAN” namun karna seni tradisi memiliki akar yang kuat dalam membentuk karakter kebangsaan serta memiliki nilai budaya yang adi luhung maka kami berharap ini menjadi sebuah “TUNTUNAN” bagi generasi masa kini. Rahayu, salam budaya.